Tuesday, February 03, 2009

Aku tersandar sendiri
dalam kejemuan jiwa yang beku
bertandang di taman yang kontang
menanti simbahan hujan yang turun

Aku ingin mengingati-Mu sepenuh kuat
moga terbajak keras-karat lembah hati
agar semaian akrab mampu bercambah
tapi lemah aku hanyut terdampar
direntung kepanasan silau kealpaan

Aku ingin menuang makna pada sebutan
menyambung dawai arus antara lidah dan hati
meneguk manis munajjat
lembut berlayar ditiup Petunjuk
tiada terhanyut oleh arus ombak kehidupan
tiada terpadam ditelan gelap keramaian

Aku punya keinginan yang banyak
dalam kesuntukan ruang kotak masa
yang terbatas oleh kudrat yang goyah
kabur disesat zulumat yang berlapis
azam yang longlai berdiri tiada

Aduhai aku dengar suara panggil-Mu
antara lantang sebutan dalam sayup kefahaman
aku tonton ayat-Mu
antara jelas ejaan dalam kabur pengertian
aku sebut zikr buat-Mu
antara telur sebutan dalam hampa kehadiran

Tuhan,
siapalah aku tanpa pembukaan dari-Mu
sesatlah aku tanpa Cahaya-Mu
sehinalah aku tanpa agama-Mu
tiada maknalah seluruh wujudku ini tanpa reda-Mu

Tuhan,
izinkan aku bersua dengan Rasul-Mu
mengamati wajah bersih Penyeri Yathrib
tatihlah kakiku di atas bekas depu jijakan baginda
semoga kasih-Mu mekar di hati mencambah cinta

No comments: